Kamis, 01 November 2012

ALKALI TANAH

BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Seringkali kita tidak menyadari bahwa hidup kita tidak lepas dari suatu zat bernama unsur. Betapa tidak, bahkan suatu bahan yang jumlahnya sedikit dan tanpa sadar kita konsumsi sehari-hari merupakan mineral yang sangat penting bagi manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar syaraf, kerja jantung, dan pergerakan otot adalah salah satu unsur logam golongan II A atau lazim disebut alkali tanah yang bernama Berilium, Magnesium, Kalsium, Stronsium, Barium, dan Radium. Dalam makalah ini, akan dibahas keberadaan dari Logam Alkali Tanah di alam, dan proses pembuatannya.
B.            Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk :
1.         Mengetahui keberadaan dari Logam Alkali Tanah di alam.
2.        Menjelaskan cara pengolahan logam Alkali Tanah.
C.           Rumusan Masalah
1.        Di mana saja Logam Alkali tanah dapat di temukan di alam?
2.        Bagaimana cara pengolahan Logam Alkali Tanah?

BAB II
PEMBAHASAN

Logam alkali tanah terdiri dari 6 unsur yang terdapat di golongan IIA. Yang termasuk ke dalam golongan II A yaitu : Berilium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Di sebut logam karena memiliki sifat-sifat seperti logam. Di sebut alkali karena mempunyai sifat alkalin atau basa jika direaksikan dengan air. Dan istilah tanah karena oksidasinya sukar larut dalam air, dan banyak ditemukan dalam bebatuan di kerak bumi. Tiap logam memiliki konfigurasi elektron sama seperti gas mulia atau golongan VIII A, setelah di tambah 2 elektron pada lapisan kulit S paling luar. Contohnya konfigurasi elektron pada Magnesium (Mg) yaitu : 1s2s22p63s2 atau (Ne) 3s2. Ikatan yang dimiliki kebanyakan senyawa logam alkali tanah adalah ikatan ionik. Karena, elektron paling luarnya telah siap untuk di lepaskan, agar mencapai kestabilan. Unsur alkali tanah memiliki reaktifitas tinggi, sehingga tidak ditemukan dalam bentuk monoatomik , unsur ini mudah bereaksi dengan oksigen, dan logam murni yang ada di udara, membentuk lapisan luar pada oksigen.
a.         Keberadaan
Logam-logam alkali tanah di alam tidak di dapatkan dalam keadaan bebas. Berium terdapat dalam mineral di sebut beril, Be3Al2(SiO2)6. Kadang-kadang mineral ini di temukan berupa Kristal murni yang besar, dan bila di gosok akan menjadi mutiara berwarna biru laut. Magnesium di temukan di dalam air laut (sebagai Mg2+) dan berbagai mineral, seperti dolomit (CaCO3.MgCO3) dan kalnalit (MgCl2.KCl.H2O). kalsium terdapat dalam air laut dan dalam berbagai mineral dengan berbagai mineral dengan bermacam komposisi, contohnya gipsum (CaSO4.2H2O, Batu kapur (CaCO3)) , dan dolomit. Magnesium dan Kalsium juga terdapat dalam organisme. Magnesium sangat penting dalam tumbuhan untuk membuat klorofil, yaitu senyawa penangkap energi cahaya matahari. Kalsium sebagaian di pakai sebagai pembentuk tulang, binatang-binatang lunak, seperti siput, kerang, dan penyu. Strontium dan Barium sering di temukan sebagai SrSO4 dan BaSO4.
b.        Pembuatan Logam Alkali Tanah
                   elektrolisis
BeCl2(l)                                                 Be(l) +  Cl2
                      (NaCl)
 
Dari semua unsur golongan IIA, hanya berilium dan magnesium yang diproduksi dalam jumlah besar. Berilium dibuat degan mengelektrolisi berilium klorida cair, yang ditambah NaCl sebagai penghantar arus listrik sebab BeCl2 kurang menghantar listrik karena berikatan kovalen.





                                panas
MgCO3(s)                                   CaO.MgO(s) +  2Co2(g)
 
Logam berilium semakin banyak dibutuhkan , karena kerapatannya kecil, kuat, stabil dan kurang menyerap sinar X. Maka logam ini dipakai untuk pesawat ruang angkasa dan pintu tabung sinar X. Magnesium dapat dibuat dari mineral atau air laut. Mula-mula mineral dolomit diekstraksi dengan air panas, dan kemudian dipanaskan,





Oksida CaO. MgO dilarutkan dalam ar laut (yang mengadung Mg2+), sehingga terjadi reaksi :                            
CaO(s) + H2O                             Ca2+(aq) + 2OH-(aq)
MgO(s) + H2O                            Mg(OH)2(s)

Jika larutan bersifat basa, akan terjadi endapan Mg(OH)2 secara sempurna dan disaring, kemudian dilarutkan dalam HCl sehingga menjadi MgCl2. Setelah itu, MgCl2 dicairkan dan dielektrolisis, sehingga didapat logam Mg.
MgCl2(l)                                    Mg(l) + Cl2(g)

Jika tidak ada dolomit, maka dipakai batu kapur yang bila dibakar akan terurai sebagai berikut
CaCO3(s)                             CaO(s)  +  CO2(g)
Kemudian CaO ditambah air laut (ada Mg2+)
CaO  +  H2O  +  Mg2+                              Ca2+  + Mg(OH)2(s)
Padatan Mg(OH)2 disaring dan dilakukan seperti diatas untuk mendapatkan logam Mg. secara komersial, magnesium dibuat dengan reaksi :
MgO  +  C                               Mg  +  CO
Logam alkali dalam jumlh kecil dapat dibuat dengan mereduksi oksidanya dengan logam pengoksidasi, seperti :
3BaO  +  2Al                                           3Ba  +Al2O3
Kalsium, strontium, dan barium sangat sedikit diproduksi, karena belum banyak kegunaannya, tidak stabil dan bereksi mudah dengan udara dan air. Ketiga unsur ini dapat dibuat dengan mengelektrolisis cairan garam kloridanya.


BAB III
PENUTUP


A.           Kesimpulan
Logam alkali tanah tidak terdapat di alam sebagai unsur bebas, melainkan selalu dijumpai dalam bentuk senyawa-senyawa ataupun mineral.  Logam alkali tanah dapat diperoleh melalui elektrolisis lelehan garam-garamnya (terutama garam kloridanya) serta melalui reduksi dari beberapa senyawa.
B.            Saran
Dalam penyusunan makalah ini kami mohon dengan sangat masukan dan kritikan dari Bapak dosen agar kami menjadi lebih baik, karena dalam penyusunan makalah ini kami mungkin banyak kata atau penulisan kata yang salah.

Daftar Pustaka

Anshory, Irfan.2003.Acuan Pelajaran Kimia.Jakarta.Erlangga.
Mun’im, Abdul.2002.Bahan Ajar Kimia Anorganik II.Palangka Raya.
Syukri.1999.Kimia Dasar 3.Bandung.Institut Teknologi Bandung.
Chemistry.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar